Views: 73
Mastama UNIMUTU Dihadiri Dua Kementerian, Jejaring Pendidikan Dibuka di Bintuni

BINTUNI, inspirasipapua.id — Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Teluk Bintuni (UNIMUTU) Tahun Akademik 2026/2027 dibuka di Gedung Serbaguna Bintuni, Rabu, 16 September 2026. Kegiatan ini dihadiri Staf Khusus Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Ahmad Fanani serta Tenaga Ahli Kementerian Haji dan Umrah Abdul Syahputra Batubara.
Kehadiran dua pejabat kementerian tersebut mempertemukan civitas akademika UNIMUTU dengan jejaring pemerintah pusat. Mastama mengusung tema “Bertemu, Menyapa dan Belajar Bersama” dan dibuka Asisten III Setda Teluk Bintuni Jacomina Jane Mahdalena Fimbay mewakili Bupati Yohanis Manibuy. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperkuat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Rektor UNIMUTU Tri Wahyuni mengatakan Mastama menjadi tahap awal mahasiswa mengenal lingkungan kampus, budaya akademik, serta nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Hingga pembukaan, sekitar 437 mahasiswa baru telah terdata. Sementara angkatan pertama UNIMUTU mencapai 528 mahasiswa yang berasal dari Teluk Bintuni, wilayah Papua Barat, dan sejumlah daerah di luar Papua.
Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni menyebut dukungan pendidikan terus diberikan kepada mahasiswa. Pada 2025, lebih dari 3.000 mahasiswa mendapat bantuan pendidikan, termasuk sekitar 500 mahasiswa UNIMUTU angkatan pertama. Namun, pertumbuhan mahasiswa juga diikuti kebutuhan fasilitas. Tri Wahyuni mengatakan gedung yang tersedia belum sepenuhnya mampu menampung aktivitas mahasiswa sehingga kampus membutuhkan gedung sendiri yang lebih representatif.
Mastama juga menjadi ruang yang mempertemukan pendidikan tinggi dengan identitas budaya Papua Barat. Penggunaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Wamesa dalam kegiatan tersebut menunjukkan upaya UNIMUTU membangun pendidikan yang tetap dekat dengan budaya lokal. Dari kampus hingga jejaring pemerintahan, universitas ini tengah membangun fondasi untuk menyiapkan generasi muda Bintuni menghadapi masa depan tanpa meninggalkan akar budayanya.
**(Tim/red/MA/Inspirasi Papua)**











